Gula Mahal? Gampang, Impor Saja Lagi!


Ini karena gula impor bisa menekan harga di dalam negeri, apalagi gula impor yang masuk dari India, yang kena fasilitas keringanan impor sebagai bentuk kerjasama perdagangan dengan sawit.

Saat ini pemerintah dihadapkan dengan kenaikan harga gula di pasar. Pergerakan harga gula pasir dalam sepekan terakhir trennya terus naik.

Bahkan pada hari ini, Senin (17/2) harga gula pasir rata-rata nasional sudah mendekati Rp 15.000/kg, tepatnya Rp 14.500/kg.

Padahal pada beberapa hari lalu harga rata-rata gula pada 11 Februari masih Rp 14.000/kg.

Mahalnya harga gula ini terjadi karena saat ini sudah tak lagi musim panen tebu, musim giling tebu juga sudah berlangsung di Oktober lalu.

Di sisi lain, sebentar lagi menjelang bulan puasa, kebutuhan terhadap gula konsumsi di masyarakat akan semakin tinggi.

Untuk itu, pemerintah membuka peluang impor gula raw sugar yang akan diolah menjadi gula kristal putih (GKP). Kebijakan ini juga pernah dilakukan pada 2018.

Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Kasdi Subagyono menjelaskan, kebutuhan konsumsi GKP di Indonesia mencapai 2,8 juta ton. Sedangkan Indonesia hanya mampu memproduksi 2,2-2,3 juta ton GKP.

Artinya, ada kekurangan kebutuhan GKP di Indonesia 500-600 ribu ton. Pemerintah sudah sepakat akan membuka impor raw sugar sebesar 495.000 ton. Negara yang dijajaki adalah India.

LihatTutupKomentar