Minum Kopi Pagi Hari, Bisa Tingkatkan Risiko Penyakit Ini, Kok Bisa?


Dilansir Grid.ID dari laman independent.co.uk, kadar kortisol tubuh yang tinggi pada pagi hari membuat kopi tak cukup baik dikonsumsi saat itu.

Kortisol atau hormon stres yang biasa muncul ketika sedang stres atau takut menjadi komponen penting dari siklus hormonal alami, saat jam sirkadian.

Jam sirkadian itulah yang membantu manusia bisa terbangun di pagi hari dan terlelap pada makam hari.

Sementara ketika tubuh melepaskan kortisol maka akan lebih terjaga.

Pasalnya, ada dua masalah mendasar saat minum kopi yang mengandung banyak kafein di saat produksi kortisol tinggi.

Masalah yang pertama adalah kafein cenderung mangganggu produksi kortisol, sehingga tubuh akan lebih sedikit memproduksi hormon.

Produksi hormon yang berkurang bisa meningkatkan tubuh dan bergantung pada kafein.

Padalah, kandungan kafein dengan kortisol berbeda fungsi.

Masalah yang kedua adalah minum kopi saat kortisol tinggi bisa meningkatkan kecanduan pada kafein dalam jangka waktu panjang.

Itulah sebabnya, banyak peminum kopi yang berkata kurang merasakan efek kopi bagi tubuh mereka.

Oleh karena itu, minum kopi sebaiknya paling baik dilakukan di antara pukul 10 pagi dan siang hari, dan pukul dua siang hingga lima sore.

Waktu-waktu itulah, sebaiknya orang minum kopi agar mendapatkan hasil maksimal dari kafein.

Dilansir dari laman thehealthy.com, menurut American Heart Associatio, “individu yang terbiasa dengan kafein dapat mengalami 'penarikan kafein' 12-24 jam setelah dosis terakhir kafein. Itu menyelesaikan dalam 24-48 jam. Gejala yang paling menonjol adalah sakit kepala.”

Bahkan, studi menunjukan dosis mematikan kafein yang dikonsumsi dalam satu hari yaitu 100 cangkir (8 ons); mungkin ini berbeda tiap orang karena metabolisme masing-masing berbeda.

Selain itu, dampak minum kopi juga bisa berakibat buruk bagi kadar kolesterol dalam tubuh.

Hal ini berdasarkan cara kamu menyeduh kopi.

Jika kamu menggunakan pers Prancis, cerek penapis, atau lebih suka minum espresso, maka jumlah cafestol jauh lebih tinggi daripada saat menggunakan kertas yang disaring atau kopi instan, yang menyebabkan kadar kolesterol low-density lipoprotein (LDL) tubuh naik.

Alasan untuk ini adalah kemampuan filter untuk memisahkan kopi dari minyak penambah kolesterolnya, yang disebut terpene.

Selain berisiko meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh, kopi juga bisa meningkatkan tekanan darah di waktu singkat.

Menurut dietvsdisease.org, "Faktor makanan utama yang terkait dengan tekanan darah tinggi dan penyakit jantung, biasanya berkontribusi pada kekakuan pembuluh darah.

Sementara kopi tidak memiliki pengaruh berbahaya pada pembuluh darah dalam jangka panjang.

LihatTutupKomentar