Modus Jahat Pedagang Mainkan Harga Gula & Bawang Putih


Pada hari Selasa (3/3), Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengumumkan, pemerintah akan mengimpor 438.802 ton gula kristal mentah (raw sugar) yang nantinya diolah menjadi GKP atau gula kristal putih.

Impori itu dilakukan semenjak harga gula sudah berangsur naik selama satu bulan. Oleh sebab itu, Suhanto membeberkan alasan mengapa Kemendag baru memutuskan importasi gula baru-baru ini.

"Kenapa di Kemendag waktu itu belum melakukan importasi. Karena data kami, khusus untuk gula, akhir Desember kami mempunyai data dari importasi yang kami lakukan dan produksi dalam negeri, untuk gula akhir Desember kita masih punya stok sekitar 495.000 ton. Padahal, konsumsi nasional per bulan hanya sekitar 229.000 ton. Artinya dengan angka 495.000 ton, kami meyakini persediaan gula untuk 2 bulan ke depan, paling tidak sampai akhir Februari cukup," imbuh dia.

Namun, menurut Menurut Tenaga Ahli Asosiasi Gula Indonesia (AGI) Yadi Yusriyadi, kenaikan harga GKP murni disebabkan stok yang menipis.

"Ya stok sudah menipis. Kalau situasi seperti ini, sangat kurang di toko-toko, supermarket modern hampir kosong. Harganya juga sudah Rp 14.000-16.000/kg. Jadi perkiraan saya kalau penimbunan kecil. Hampir tak ada. Semua mengeluarkan stok sekarang," kata Yadi kepada detikcom.

Bahkan, AGI memprediksi akan terjadi defisit atau kekurangan pasokan GKP di tahun 2020 ini apabila tak ada impor. Ia membeberkan, stok GKP di awal tahun 2020 diprediksi hanya mencapai 1,08 juta ton, lalu produksi sebanyak 2,05 juta ton. Sementara, perhitungan AGI konsumsi GKP dalam negeri tahun 2020 diperkirakan mencapai 3,16 juta ton. Dengan begitu ada defisit atau kekurangan pasokan GKP sebanyak 29.000 ton.

LihatTutupKomentar