Nenek 92 Tahun Hidup Sebatang Kara Berteman 8 Ekor Kucing


Di dalamnya terdapat tempat tidur usang dan tumpukan kayu karena juga berfungsi sebagai dapur. Saat ditemui wartawan, terungkap kondisi sang nenek yang kurus dan sudah berkurang pendengarannya. Meski begitu, ia sehat dan mengaku bahagia. Pasalnya, meski hidup seorang diri, nenek Rabina mengaku tak pernah kesulitan makan.

Apabila tidak ada sisa beras yang bisa dimasak, terkadang akan ada orang lain yang datang mengantar makanan. Meski memiliki nasi, ia juga kerap membagi makanannya itu kepada 8 kucing peliharaan. "Dikira singkong ini nasi dan ikannya. Saya kalau makan, sudah biasa sepiring dengan delapan kucing piaraan," ucap Rabina saat membawa singkong rebus hasil olahannya.

Nenek Rabina pun mengaku hanya makan nasi sedikit, lantaran harus menyisakan untuk hewan peliharaan kesayangannya itu. "Kalau ada nasi, hanya sekepal yang saya makan. Selebihnya untuk kucing," imbuh dia. Meski memiliki banyak kucing, Rabina tidak pernah berniat menjualnya tetapi jika ada yang ingin merawat salah satunya maka ia akan berikan.

"Saya tidak menjual kucing. Kalau mau dipelihara, dengan ikhlas saya memberikannya," terang dia. Hal ini lantaran Rabina mengaku sangat sayang dengan binatang peliharan Nabi Muhammad SAW itu. Meskipun hidup sebatang kara dan hanya ditemani kucing, tetangga nenek Rabina kerap datang berkunjung.

Bahkan, menurut pengakuan tetangganya yang bernama Sanida (70), rezeki nenek Rabina jauh lebih baik darinya. Sanida mengaku, ia sering numpang makan di rumah Rabina. Meskipun hidup sederhana dan seorang diri, Rabina mengaku bahagia lantaran ada kucing-kucingnya.

Kedelapan kucing peliharaan nenek abina bahkan selalu ikut mendampingi makan dan tidur bersamanya. Kisah haru Rabina ini sama seperti yang dialami seorang nenek bernama Amur di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.

Melansir dari laman GridHot.ID, Nenek berumur 72 tahun ini tinggal sebatang kara di sebuah gubuk sederhana di Dusun Janglateh Barat, Desa Campor, Kecamatan Proppo, Pamekasan. Nenek Amur yang juga hidup sebatang kara hanya bisa berteriak-teriak saat lapar lantaran penglihatannya tak lagi berfungsi baik.

LihatTutupKomentar