Padahal Baru Bebas Karena Program Asimilasi, Residivis ini Sudah Dihajar Warga karena Ketahuan Curi Motor


Virus Corona atau Covid-19 yang semakin mengganas membuat pemerintah melakukan pembebasan melalui asimilasi dan intergasi terhadap sekitar 30 ribu narapidana dan anak dari lembaga permasyarakatan,

Rumah tahanan negara, serta lembaga pembinaan khusus anak (LPKA) demi mencegah dan menanggulangi penyebaran virus Covid-19.

Di samping itu, langkah itu juga untuk menghemat anggaran negara.

“Penghematan anggaran kebutuhan warga binaan pemasyarakatan mencapai Rp 260 miliar,” kata Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Kerja Produkasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Yunaedi dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.

Terlepas dari itu, keputusan membebaskan narapidana ini sepertinya tidak berjalan sesuai harapan. Karena nyatanya, dengan kebebasan mereka, tingkat kriminal dan kejahatan akan semakin bertambah.

Buktinya kasus kriminal di Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Seorang residivis yang baru saja dikeluarkan melalui program asimilasi akibat wabah corona kembali beraksi.

Dilansir jatim.inews.id, MS (32), warga Sumenep menggasak sepeda motor milik salah seorang warga bernama Miswanto. Beruntung, sebelum sepeda motor itu berhasil dibawa kabur, Miswanto melihatnya dan berusaha menggagalkan aksi pencurian tersebut.

Pelaku MS bahkan berhasil ia tangkap dengan bantuan massa. Aksi main hakim pun tak dapat terhindarkan. Wajah pelaku akhirnya menjadi babak belur, dan ia harus kembali ke hotel prodeo.

“Pelaku berjumlah dua orang, namun yang berhasil tertangkap ada satu orang, sementara lainnya berhasil kabur,” terang Kapolsek Wlingi, Kompol Purdianto.

PADAHAL BARU BEBAS KARENA CORONA

Residivis ini Sudah Dihajar Warga karena Ketahuan Curi Motor

LihatTutupKomentar