Salut, Dokter Tetap Rawat Pasien COVID-19 Meski Sedang Hamil Besar


Subhanallah... Sehat selalu untuk ibu dokter dan bayi nya

Salut, Dokter Tetap Rawat Pasien C0r0na Meski Sedang Hamil Besar

Rasa tanggung jawab akan tugasnya sebagai seorang dokter membuat wanita asal Malaysia ini tetap merawat para pasien COVID-19, meski tengah hamil 30 minggu.

Dokter wanita yang tidak disebutkan namanya ini pun ramai menjadi perbincangan di media sosial Facebook setelah fotonya lengkap dengan APD yang tengah hamil besar tetap menangani pasien COVID-19 di Malaysia.

Setelah fotonya tersebar di media sosial, sontak banyak doa yang dikirimkan oleh para warganet Malaysia terhadap dokter tersebut. Mereka berharap agar sang dokter dan anak yang ada di dalam kandungannya selalu dalam lindungan Tuhan.

"Semoga Allah menjaga ibu dan bayi yang di kandungannya, aamiin," kata salah satu warganet Malaysia.

"Ya Allah, tetap kuat dokter. Kami terus berdoa agar para tenaga medis tetap sehat dan selalu dalam lindungan Tuhan, Amin," komentar lainnya seperti dikutip dari laman World of Buzz.

Ada juga yang mengatakan bahwa dokter wanita tersebut seperti seorang pahlawan karena dirinya tetap bekerja dalam menangani kasus COVID-19 di Malaysia.

"Pejuang terbaik adalah petugas medis. Semoga kelak anaknya bisa seperti dia," ujar yang lain

Untuk diketahui, Center for Disease Control and Prevention (CDC) menjelaskan bahwa wanita hamil memiliki risiko tinggi terpapar virus corona. CDC menjelaskan, wanita hamil mengalami perubahan dalam tubuh mereka yang dapat meningkatkan risiko beberapa infeksi.

Dengan virus dari keluarga yang sama dengan COVID-19, dan infeksi pernapasan virus lainnya, seperti influenza, wanita hamil memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit parah. Maka penting bagi wanita hamil untuk melindungi diri dari penyakit.

Selain menghindari kontak dekat dengan pasien positif virus corona, penting juga bagi ibu hamil untuk mencukupi kebutuhan gizi hariannya. Dengan terpenuhinya kebutuhan gizi harian bisa meningkatkan daya tahan tubuh untuk melawan kuman patogen termasuk COVID-19.

LihatTutupKomentar