Cerita Ojek Online Antarkan Makanan ke Mahasiswa tapi dibayar Pakai Tas dan Setrika


Di Bayar Pakai Tas dan Setrika

Cerita Pilu Ojek Online Antarkan Makanan ke Mahasiswa

Merata, semua orang kini sudah terkena imbas wabah Covid-19. Terputusnya mata pencaharian paling dirasakan oleh masyarakat. Hal ini lantas memunculkan ‘fenomena’ kelaparan di Indonesia.

Para mahasiswa merupakan salah satu golongan yang merasakannya. Mereka yang merantau, dan bergantung pada kiriman dari orangtua membuat mereka tak bisa berbuat banyak ketika uang kiriman belum kunjung diterima.

Sementara kebutuhan harus tetap terpenuhi. Hal inilah yang membuat beberapa mahasiswa terpaksa membeli makanan dengan membayar menggunakan benda-benda miliknya, seperti pengalaman yang diceritakan oleh Hendhi, seorang driver ojek online (ojol) di Yogyakarta.

“Saya banyak dapat cerita dari teman-teman ojol. Mereka pernah dapat orderan makanan tapi dibayar dengan setrika dan tas karena memang tidak ada uang sama sekali,” kata Hendhi.

“Mungkin karena memang belum dikirim orang tua dan kalau pinjam uang sudah tidak bisa mereka bayar pakai barang. Tapi kalau sudah dapat kiriman biasanya langsung ditebus,” tuturnya, dilansir newsdetik.com.

Sementara dari pengalaman pribadinya, Hendhi mengaku pernah mengantar sembako kepada seorang mahasiswi.

Yang menyentuh hatinya, sembako itu dikirim oleh dosen dari mahasiswi tersebut.

Sang dosen mengetahui kalau mahasiswinya itu sudah kehabisan makanan dan tak bisa pulang kampung bertemu bersama orangtuanya karena adanya larangan mudik. Sehingga ia berinisiatif memberikan paket sembako padanya.

Sejak saat itu, Hendhi pun lantas memutuskan untuk menggratiskan layanan gratis ongkir barang bagi yang sangat membutuhkan bantuan.

LihatTutupKomentar