Dampak dari PSBB, Harga Telur Ayam Peternak Anjlok


Berapa Harga Telur Di Daerah Bunda ??

Dampak dari PSBB, Harga Telur Ayam Peternak Anjlok

Untuk kedua kali, para peternak dibuat rugi setelah anjloknya harga jual ayam di pasaran. Sebelumnya, peternak ayam di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, bahkan sampai membagikan ribuan ekor ayam secara gratis, menyusul anjloknya harga ayam di tengah pandemi Covid-19.

Kali ini, kerugian justru sedang dirasakan oleh para peternak di Blitar. Harga jual telur di sana mengalami penurunan secara signifikan, dari harga normal Rp 17.000 per kilogram, kini hanya Rp 11.500 per kilogram.

“Dengan harga 11.500 dari kandang, kami hanya bisa beli pakan separuh. Separuh lagi terpaksa kami campur dengan pakan lokal yang tentu menurunkan kualitas dan kapasitas produksi,” kata salah satu peternak Kecamatan Ponggok, Risa Medi.

Menurut Risa, anjloknya harga telur karena adanya sistem Pembatasan Sosial Berskala Besar di wilayah Jakarta dan Surabaya. Sehingga, para peternak layer di Blitar yang biasanya mengirimkan pasokan dalam jumlah terbesar ke dua daerah itu tidak bisa melakukan pengiriman.

“Dari Jakarta biasa kita kirim gak mau ambil mbak, gak belanja. Lockdown dan PSBB barang gak bisa masuk,” keluh dia.

Sementara itu, menurut peternak lain bernama Yahya, selain faktor PSBB di Jakarta dan Surabaya, ada faktor lain yang ikut andil dalam penurunan harga telur. Yakni digelontornya telur infertil atau telur bakal bibit ke pasar basah.

“Kan sekarang gak ada peternak yang mampu beli DOC untuk ngisi kandang. Jadi informasi yang saya dapat, akhirnya telur bakal bibit ini dijual ke pasar. Walaupun tidak terjadi di Blitar, namun dampaknya sampai ke sini. Karena Blitar kan produsen besar telur di Indonesia,” ungkapnya. Demikian mengutip NewsDetik.com, Senin (4/5).

LihatTutupKomentar