Fenomena Orang Masih Ramai, Kang Emil Ketemu Rumusnya


TERNYATA BEGINI CARANYA :

Fenomena Orang Masih Ramai, Kang Emil Ketemu Rumusnya.

Di kawasan Bogor, Depok, Bekasi dan sekitarnya masih terjadi fenomena kerumunan padahal di tengah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Ini sangat kontra produktif dalam rangka menurunkan penyebaran virus corona.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkap sebuah rumus untuk menurunkan angka positif covid-19 secara drastis. 

Rumus ini seharusnya berlaku pada pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), yakni menyeimbangkan antara sisi ekonomi dan kesehatan dengan membatasi pergerakan orang hanya 30% dari kondisi normal.

"Tiap hari Presiden, Gubernur, sulit menyeimbangkan. Namun sekarang saya sudah ketemu rumusnya. Terserah ekonomi apa yang buka dan sebagainya.

Saya serahkan ke Walikota, Bupati pastikan pergerakan manusia 30%," kata pria yang biasa disapa Kang Emil ini dalam bincang eksklusif bersama CNBC Indonesia beberapa waktu lalu.

Namun, memang itu tidak mudah. Ia mengaku jika kebijakan mengatur pergerakan manusia terlalu ketat, maka ekonomi akan sulit. Sebaliknya, jika pergerakan orang masif maka virusnya jadi lebih sulit diatur. Sehingga, perlu ada keseimbangan.

Sayang, pergerakan di zona merah seperti Bodebek masih dinilai terlalu aktif. Hal ini terungkap dari penggunaan aplikasi waze.

"Kita tes berapa banyak kerumunan, ternyata kerumunan Bodebek masih 48%. Berarti 48% penduduk di Bodebek masih wara-wiri. Idealnya 30%, nah kalau 30%, orang masih bisa kerja, tapi diatur-atur saja," sebutnya.

Meski demikian, dari segi indeks reproduksi covid masih tergolong baik. "Kalau indeks 1, artinya sehari bisa tulari 1 orang, indeks 5 bisa tulari 5. Bodebek awalnya sebelum PSBB 1,3. Setelah PSBB turun mendekati 1,07. Jadi PSBB berhasil kurangi kecepatan virus," papar mantan Wali Kota Bandung tersebut.

"Karena sekarang tren pasien lebih sedikit, yang meninggal kurang, sembuh naik. kalau semua di provinsi Jawa Barat lakukan serempak, harusnya 14 hari good news coming from West Java," lanjutnya.

LihatTutupKomentar