Inilah 'Neraka' di Korea Utara yang Digunakan Untuk Menghukum Penjahat Negara


Diyakini Tak Pernah Ada yang Kembali Hidup-hidup

Inilah 'Neraka' di Korea Utara yang Digunakan Untuk Menghukum Penjahat Negara

Dipimpin oleh diktator yang kejam hingga membuat rakyatnya sengsara, mungkin hal ini yang membuat rakyat Korea Utara memilih bungkam.

Pasalnya, ancaman mengerikan ternyata menanti siapapun yang mencoba melawan pemerintah Korea Utara.

Melansir Daily Mirror pada Senin (18/5/20), baru-baru ini fakta mengerikan tentang tragisnya kehidupan di penjara Koera Utara terkuak.

Kim Jong-Un dituduh melakukan pelanggaran HAM secara brutal dan tertutup.

Semuanya berawal dari aturan ketat, tentang penegakan konformitas sosial yang kaku di Korea Utara.

Rakyat Korea Utara tidak memiliki kebebasan dalam berpenampilan, seperti gaya rambut dan pakaian semuanya harus sesuai dengan standar negara.

Rakyat Korea Utara dilarang menggunakan celana jeans karena dianggap sebagai simbol imperialisme Amerika.

Hampir masyarakat Korut tidak ada yang tahu tentang dunia luar karena terbatasnya akses informasi, dan tidak memiliki internet.

Sementara itu kelompok kemanusiaan PBB juga mengungkapkan fakta tetang kehidupan tragis di dalam penjara Korea Utara.

Di Korut ada dua kamp penjara, kamp interniran, untuk tahanan politik, dan kamp pendidikan ulang, untuk penjahat biasa.

Namun sering terjadi tumpang tindih antara kedua jenis pelanggaran, karena mereka yang memiliki musuh politik terkadang membuatnya menjadi tertuduh supaya dipenjara.

Mereka yang berada di kamp interniran dituduh tidak loyal, dan membangkak rezim.

Pernah suatu ketika, anggota keluarga penjahat politik diangga bersalah oleh asosiasi dan dipenjaran pada tahun 1990-an dengan kesalahan yang tidak jelas.

Mereka dipenjara dan dipaksa membuat pengakuan palsu, supaya bisa dijatuhi hukuman penjara, dan menghabiskan beberapa dekade di balik bui.

LihatTutupKomentar