Prank Petugas Medis dengan Cara Kejang Kejang dan Minta dites Corona


Kini Mereka Jadi Tersangka

Prank Petugas Medis dengan Cara Kejang Kejang dan Minta dites Corona

Merenggut 1,028 nyawa dan menyebabkan krisis ekonomi, bencana non-alam wabah virus corona ternyata masih tetap dianggap sepele, bahkan dijadikan sebagai candaan oleh remaja di Bone, Sulawesi Selatan baru-baru ini.

AR (20), melakukan candaan atau yang kini dikenal dengan istilah ‘prank’ terhadap petugas rumah sakit.

Melansir TribunAmbon.com, AR mengalami kejang-kejang seusai berpesta minuman keras bersama ketiga rekannya, ES (19), ADL (21), dan DA (22) di sebuah indekos di Jalan Salak, Kelurahan Jeppe, Kecamatan Taneteriattang Barat. Oleh ketiga temannya, AR dibawa ke Puskesmas Watampone, dan memberitahukan pada petugas di sana jika AR mengalami sesak napas dan kejang-kejang.

Mendengar hal itu, petugas Puskesmas Watampone langsung mengarahkan mereka untuk mendatangi Rumah Sakit Hapsah.

Di sana, AR sadar dan menyampaikan kepada ES bahwa dirinya harus diperiksa dan dites corona karena telah melakukan kontak erat dengan kakeknya di Papua yang terindikasi positif corona.

Namun nyatanya, semua itu hanya kebohongan semata.

“Saat diperiksa suhu (tubuhnya) bagus, tidak ada tanda-tanda Covid-19,” kata Kasatreskrim Polres Bone AKP Mohammad Pahrun melalui pesan singkat, Rabu (13/5).

Bahkan, menurut AKP Pahrun, AR berpura-pura pingsan ketika dilakukan pemeriksaan.

Saat dilihat oleh petugas medis, ia menutup matanya, ketika petugas medis mengalihkan perhatian ke arah lain, ia membuka matanya.

Dan petugas justru mencium bau alkohol dari mulutnya.

Akhirnya, petugas medis meminta ketiga rekannya untuk membawa AR pulang. Di sinilah, aksi tak terpuji terjadi.

Di dalam mobil, AR berteriak, “Ku prank ko (saya prank kamu).”

Akibat perbuatannya itu, AR diamankan oleh Satreskrim Polres Bone. Dia dikenakan Pasal 14 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

“Kami sudah amankan dan sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak semalam,” kata AKP Pahrun.

Sementara ketiga rekannya hanya dijadikan saksi dalam kasus ini.

Mengenai kasus ini, AKP Pahrun mengingatkan untuk tidak bermain-main, apalagi menjadikan pandemi Covid-19 sebagai bahan bercandaan.

“Jangan main-main dengan perbuatan prank. Kasihan petugas medis yang bertugas dikerjai seperti itu. Semoga ini menjadi pembelajaran,” tutupnya.

LihatTutupKomentar