Masjid Kembali Dibuka di Arab Saudi, Jamaah Pakai Masker dan Wudhu dari Rumah


Masjid Kembali Dibuka di Arab Saudi, Jamaah Pakai Masker dan Wudhu dari Rumah 

Semoga Yang Memb4gikan Ini Mendapatkan Kesehatan dan mendapat keberkahan rezeki Amin

Pemerintah Arab Saudi mulai membuka kembali semua masjid, pada Minggu (31/5/2020), kecuali di Mekah.

Pembukaan ini seiring dengan pelonggaran kebijakan karantina di masa pandemi Covid-19 ini.

Jamaah berbondong-bondong menuju masjid untuk menjalankan salat berjamaah, setelah lebih dari dua bulan tak bisa melakukannya karena pandemi virus corona (Covid-19).

Pemerintah Arab Saudi menetapkan sejumlah aturan bagi mereka yang hendak salat berjamaah di masjid.

Jamaah harus mematuhi aturan jaga jarak sosial yang ketat, yakni minimal 2 meter dengan jamaah lainnya.

Mereka diwajibkan membawa sajadah sendiri dan melakukan ritual pembersihan, atau wudhu, di rumah, bukan di kompleks masjid.

"Para jamaah bergegas ke rumah Allah untuk melaksanakan kewajiban mereka (salat) setelah masjid kembali dibuka," kata Kementerian Bidang Islam Arab Saudi, seperti dilansir AFP, Senin (1/6/2020).

Kementerian memutar sebuah video yang menunjukkan masjid dengan banyak jamaah mengenakan masker dan membersihkan tangan pakai hand sanitiser, setelah salat.

Pihak berwenang telah menginstruksikan Masjid untuk menghindari keramaian dan distribusi makanan, minuman.

Arab Saudi melaporkan lebih dari 85.000 orang terinfeksi virus corona dan 503 kasus kematian akibat Covid-19.

Arab Saudi Akan Akhiri Jam Malam Pada 21 Juni 2020, Kecuali di Mekkah

Arab Saudi akan mengakhiri jam malam di pandemi virus corona (Covid-19) mulai pada 21 Juni 2020 mendatang.

Aturan mengakhiri jam malam ini tidak berlaku di kota suci Mekkah.

Berakhirnya jam malam ini merupakan bagian dari pelonggaran pembatasan yang akan diberlakukan bertahap di Saudi.

Tahap pertama, dimulai pada Kamis (28/5/2020), jam malam akan dikurangi menjadi pukul 06.00-15.00. Ini akan berlaku selama Kamis-Sabtu.

Pergerakan bebas antara daerah dan beberapa kegiatan ritel dan grosir, termasuk mal, akan diizinkan untuk dilanjutkan.

Namun mulai Minggu (31/5/2020) hingga Sabtu (20/6/2020) mendatang, jam malam dipepanjang sampai pukul 20.00.

Berakhirnya jam malam ini merupakan bagian dari pelonggaran pembatasan yang akan diberlakukan bertahap di Saudi.

Tahap pertama, dimulai pada Kamis (28/5/2020), jam malam akan dikurangi menjadi pukul 06.00-15.00. Ini akan berlaku selama Kamis-Sabtu.

Pergerakan bebas antara daerah dan beberapa kegiatan ritel dan grosir, termasuk mal, akan diizinkan untuk dilanjutkan.

Namun mulai Minggu (31/5/2020) hingga Sabtu (20/6/2020) mendatang, jam malam dipepanjang sampai pukul 20.00.

Penerbangan domestik akan diizinkan, tetapi tidak untuk penerbangan internasional.

Masjid-masjid dapat menggelar ibadah berjamaah, tapi tetap tunduk pada penerapan jarak sosial dan tindakan kebersihan. Aturan ini tetap tidak berlaku di Mekkah.

Karyawan sektor publik dan swasta akan diizinkan kembali bekerja ke kantor.

Pemerintah masih tetap melarang pertemuan dalam jumlah banyak, lebih dari 50 orang, termasuk acara pernikahan dan pemakaman.

Masyarakat masih akan tetap harus memakai masker, menjaga kebersihan dan jarak sosial setelah 21 Juni mendatang.

Arab Saudi telah memberlakukan jam malam 24 jam di sebagian besar kota. Aturan ini dilonggarkan saat mulainya bulan puasa Ramadhan.

Jam malam 24 jam kembali diterapkan selama hari libur Idul Fitri yang dimulai pada Minggu (23/5/2020).

Ibadah Haji dan Umrah yang mengundang jutawan peziarah dari seluruh dunia, akan tetap ditangguhkan sampai pemberitahuan lebih lanjut. (AFP/Arab News/Reuters/Channel News Asia/The Star).

LihatTutupKomentar