Bocah Usia 8 Tahun Wajahnya Jadi Aneh dan Menua


Bocah Usia 8 Tahun Wajahnya Jadi Aneh dan Menua

Terungkap Sejak Usia 4 Bulan Dilarikan ke Rumah Sakit

Dilansir dari Serambinews.com, Zulfayana, ibu dari Giantika menceritakan bahwa penyakit yang menjangkit putrinya tersebut sejak usia 4 bulan.

Kala itu, anaknya tiba-tiba drop sehingga dilarikan ke rumah sakit dan secara perlahan terus terjadi perubahan sehingga terus terlihat menua.

Giantika Indriani (8 tahun) warga Desa Arongan, Kecamatan Kuala Pesisir, Nagan Raya didera penyakit sindrom progeria. Meski usianya masih delapan tahun, namun wajahnya menua, dampak dari penyakit yang dideritanya.

Giantika anak kedua dari pasangan Armansyah (46) dan Zulfana (41) meski didera penyakit yang tergolong langka di Aceh itu tetap ke sekolah dan kini duduk di kelas II SDN Arongan  kecamatan setempat.

Ia mengatakan, dalam proses persalinan anak keduanya tersebut melalui sebuah operasi di rumah sakit di Meulaboh pada 30 Desember 2011 silam

dan  bayinya lahir dalam kondisi sehat dengan berat 2,9 kilogram dengan kondisi sehat sama seperti bayi-bayi lainnya.

Dikatakannya, penyakit yang terjadi terhadap anaknya tersebut pernah beberapa kali dibawa berobat hingga ke Medan sejak usia 4 bulan hingga 9 bulan. Namun tidak ada juga perubahan sehingga anaknya tersebut terus menua.

"Pada akhir tahun 2019 lalu juga pernah dirujuk ke RSU Zainoel Abidin Banda Aceh untuk pengobatan. Selama ini juga masih aktif minum obat,” ujar wanita yang hari-hari sebagai ibu rumah tangga tersebut.

Meski telah berobat, kata Zulfayana sejauh ini tidak ada perubahan dan wajah serta tubuh terus menjadi tua dan kulit dan kondisi fisik keriput seperti orang tua.

“Kami hanya bisa berdoa semoga diberikan kesembuhan terhadap Dedek (sapaan Giantika),” ujar Zulfana.

Didampingi sang suaminya yang hari-hari sebagai karyawan di PT Socfindo, Zulfayana mengatakan, untuk anaknya yang pertama sehat dan saat ini berusia 18  tahun kuliah di USU Medan.

Meski kondisi fisiknya tua karena didera penyakit tersebut, Giantika selama ini tetap ke sekolah dan menempuh pendidikan di SD Arongan

yang lokasinya tidak jauh dari kompleks perumahan mereka tinggal yakni perumahan Socfindo Seunagan namun setiap hari anaknya harus diantar ke sekolah dan didampingi oleh sang ibu.

Zulfana menjelaskan ketika berobat ke RSU Zainoel Abidin di Banda Aceh bahwa ia mendapat kabar dari dokter yang mengobati anaknya tersebut bahwa penyakit sindrom progreria yang mendera anaknya hanya tiga kasus dan salah satunya adalah anaknya.

“Dua lagi saya tidak tahu. Anak saya juga katup jantungnya satu,” katanya.

Ia berharap ke depan anaknya bisa kembali sembuh dan berharap bisa mendapat pengamanan medis lebih lanjut untuk kesembuhan.

“Pernah beberapa tahun lalu rencana akan dibawa ke Malaysia berobat tetapi gagal karena faktor ekonomi. Sejauh ini hanya baru mampu kami bawa berobat ke Medan dan Banda Aceh,” katanya.

"Kami hanya bedoa. Kalau ada yang ingin membantu pengobatan baik ke Jakarta atau ke rumah sakit yang lebih lengkap tentu kami sangat berterima kasih,” ujarnya.

LihatTutupKomentar