Kisah Pilu Kakak Beradik Penderita Gangguan Otak


‘Mungkin ini sudah takdir anak-anak T_T

Disaat mereka membutuhkan uluran kasih sayang ayah’

Malang bagi Sahra (12) dan adiknya, Silvani (8). Ketika anak-anak seusia mereka tumbuh normal dan dapat bermain bebas, menikmati masa kecilnya, maka mereka berdua hanya dapat terbaring di tempat tidur.

Jangankan untuk bergerak bebas, menambah berat badan saja merupakan hal sulit bagi mereka setelah didiagnosis menderita gangguan otak.

“Saat lahir kedua anak dalam kondisi sehat dan normal. Si teteh (Sahra) mulai mengalami sakit memasuki usia dua tahun.

Pertumbuhan badannya tidak berkembang, begitupun yang dialami adiknya (Silvani), hampir sama dengan tetehnya,” ungkap sang ibu, Hasanah, dilansir dari jabar.suara.com.

Kondisi ini semakin dirasa sulit dan pahit bagi Hasanah karena dia menjadi orangtua tunggal. Rumah tangganya tak dapat diselamatkan, dan berujung perceraian.

Sejak saat itu, Hasanah membesarkan kedua anaknya seorang diri, dengan mengandalkan penghasilan dari warung depan rumahnya di Kampung Cimangir, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Rasa rindu pun kerap dirasakan oleh anak-anak terhadap ayahnya. Hal ini melihat dari adanya tamu bernotabene seorang bapak-bapak.

“Kalau yang nengok seorang bapak, kadang si dede ceria. Mungkin dia mendambakan kasih sayang seorang ayah. Tapi ya mungkin ini sudah takdir anak-anak, disaat mereka membutuhkan uluran kasih sayang, tapi tidak ada di sampingnya,” tutur Hasanah dengan mata berkaca.

Ya, di rumah Hasanah, tamu tidak pernah putus. Para tamu itu merupakan orang dermawan yang memberikan bantuan bagi kedua anaknya.

“Alhamdulilah untuk sekarang untuk biaya berobat sudah ada dari para donasi. Bahkan setiap bulan dikirim susu. Sudah hampir dua bulan ini dikirim susu,” kata Hasanah.

Hasanah menambahkan, kondisi kedua anaknya kini mulai membaik, terjadi penambahan berat badan setelah berobat jalan.

“Berat badan si teteh bertambah dari 6 kilogram menjadi 7 kilogram. Sedangkan si dede dari berat badan 7 kilogram, sekarang jadi 7,5 kilogram,” terangnya.

LihatTutupKomentar