Pengalaman Supiyati, Bertahun-Tahun Menjadi 'Manusia Paku'


Pengalaman Supiyati, Bertahun-Tahun Menjadi 'Manusia Paku' T_T

Semoga yang memb4gikan ini selalu mendapat perlindungan dan terhindar dari segala marabahaya, Aamiin

Ada beberapa kejadian di dunia ini yang nggak bisa diterima secara nalar dan logika. Pernah mendengar cerita orang yang tubuhnya bisa keluar benda-benda seperti paku, kawat, jarum atau rambut?

Bagi sebagian orang, cerita tersebut mungkin sulit diterima akal sehat. Namun tak bisa dipungkiri jika memang ada beberapa orang yang pernah mengalami kejadian serupa.

Pada 2012 lalu, publik pernah dihebohkan dengan pemberitaan mengenai seorang perempuan bernama Supiyati yang di dalam tubuhnya bersarang ribuan paku.

Pemberitaan tersebut ramai menghiasi headline media cetak, online hingga televisi. Banyaknya paku yang bersarang dalam tubuh Supiyati membuat dirinya dijuluki sebagai manusia paku.

Paku-paku yang ada dalam tubuh Supiyati menjadi hal ajaib dan tentu mengerikan bagi sebagian orang. Pasalnya, tak ada yang bisa menjelaskan secara logika bagaimana benda-benda tersebut bisa bersarang dalam tubuh manusia, termasuk ilmu medis sekalipun.

Paku-paku tersebut pun baru ada dalam tubuh Supiyati secara tiba-tiba saat usianya menginjak 24 tahun pada 2011.

"Awal pertama saya ngerasain sakit. Habis sore lagi sama teman, mau buat undangan pernikahan. Malamnya saya langsung pingsan, satu minggu pingsan. Itu sembuh.

Besoknya saya nikah, turun dari pelaminan pingsan lagi sampai satu minggu. Sembuh, sakit perut sampai minggu lagi. Perutnya gede kayak orang hamil," ujar Supiyati menceritakan awal mula rasa sakitnya kepada brilio.net, Jumat (23/8).

Kejadian aneh yang dialami Supiyati tak berhenti di situ. Usai sembuh dari perutnya yang membesar bak orang hamil, Supiyati kemudian kembali tak sadarkan diri selama 35 hari lamanya. Dunia medis menyebut jika Supiyati mengalami koma.

Selama tak sadarkan diri, Supiyati tak tahu apa yang dilakukan keluarganya untuk membuatnya sadar kembali. Ia seperti sedang melakukan perjalanan panjang di alam lain.

"Tapi kalau dari sana (alam lain), jiwa kita itu ditinggal. Yang bilang itu orang sana (orang alam lain), 'Jiwa kamu itu digenggam. Digenggam itu, kalau Allah kembalikan ya nanti kembali, tapi kalau Allah genggamannya dilepas kamu meninggal'. Seperti itu," sambung Supiyati.

Kejadian tersebut dialami Supiyati saat dirinya masih tinggal di tempat asalnya, Ogan Komering Ulu, Palembang, Sumatera Selatan.

Ujian yang didapat Supiyati tak berhenti sampai situ saja. Usai sadarkan diri dari koma 35 hari, Supiyati merasakan sakit lain seperti tersiram air panas yang membuat badannya melepuh selama enam bulan lamanya. Rasa sakit tersebut menjadi awal mula kemunculan paku-paku dalam tubuhnya.

"Di situ baru ada barang-barang, benda-benda asing kayak paku. Saya nggak tahu. Tahunya pas saya jalan, ada yang jatuh sendiri. Kan satu ini (satu titik pada bagian tubuh) ada 20-an. Satu lubang itu lebih dari 20-an (paku)," paparnya.

Rentetan kejadian yang dialami Supiyati tersebut juga membuatnya menjalai pengobatan dengan berbagai cara. Tak hanya secara medis, pihak keluarga juga melibatkan para pemuka agama seperti ustaz, serta orang pintar.

Saat berobat ke rumah sakit, pihak rumah sakit tak menemukan apa-apa dalam tubuh Supiyati. Namun ceritanya justru berbeda saat dirinya sudah kembali di rumah.

"Jadi kalau dirontgen itu sama sekali nggak ada (benda-benda asingnya). Jadi kalau pas diambil ustaz itu bisa, tapi kalau sudah diambil itu ada lagi," ingat Supiyati.

LihatTutupKomentar