Ribut Makan Gurame Rp 1,3 Juta, Pemilik Warung: Itu Tidak Benar


Ribut Makan Gurame Rp 1,3 Juta !!

Pemilik Warung: Itu Tidak Benar :

Kembali terjadi, viral unggahan curhatan pengunjung mengenai harga makanan selangit.

Adalah akun Facebook Fuji E Lestari yang membagikan postingan tersebut. Melalui dinding Facebooknya, dia bercerita mahalnya harga masakan olahan ikan di sebuah warung makan di Pantai Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat.

“Yang buat ke Pakis hati-hati tadi saya ke Pakis digetok harganya. Beli gurami 1 sama nasi 2 harganya 350.”

“Terus teman saya bawa mobil, 3 gurame ama nasi 3 digetok harganya 1.300.000.”

“Itu mahal jualnya getok mau cepet-cepet kaya kali…harga sampai kaget saya,” demikian potongan tulisannya.

Dengan cepat, postingannya itu menarik perhatian netizen, hingga mendapat 12 ribu jempol dan ratusan komentar dari netizen.

Menindaklanjuti kabar viral itu, Ketua Umum Satgas Covid-19 Karang Taruna Kabupaten Karawang,

Chandra Caniago langsung meluncur ke lokasi dan menemui pemilik warung, Dede, setelah mendapat instruksi dari pemerintah Kabupaten Karawang.

“Justru saya tidak kenal (pemilik warung). Karena ini saya ada di salah satu grup dan ketika itu saya diinstruksikan langsung dari kabupaten mohon ditelusuri,

benar apa tidaknya dengan salah satu pengunjung makan nasi tiga porsi gurami dengan biaya Rp 1.300.000,” ucap Chandra, dilansir jabar.suara.com.

“Tapi kami alhamdulilah ketemu langsung dengan pemiliknya. Ternyata tadi yang diceritakan langsung oleh pemiliknya,” tambahnya.

Menurutnya, kabar viral yang menghebohkan warga Karawang itu tidak benar.

Klarifikasi pemilik warung, Dede bahkan diabadikan dalam rekaman video. Dimana dalam video itu dia berkata, “Sekarang saya bilang ya sama semua yang punya di Facebook bahwa itu tidak benar.”

“Bahwa bayar Rp 1.300.000 itu tidak benar. Yang benar, Rp 320 ribu.”

Di samping itu, Dede juga menyampaikan permintaan maafnya kepada pengunjung Pantai Tanjung Pakis yang diresahkan atas beredarnya kabar viral tersebut.

“Mudah-mudahan ini bisa dipahami semua yang ada di medsos, mohon dengan klarifikasi ini segera dihapus atau tidak usah di-booming-kan lagi, kasihan kepada warung-warung yang lain,” tutup Chandra.

LihatTutupKomentar