Takut Masuk Neraka, Pejabat Ini Minta Dimakamkan Bersama Hartanya Untuk Menyuap Tuhan


Takut Masuk Neraka, Pejabat Ini Minta Dimakamkan Bersama Hartanya Untuk Menyuap Tuhan

Lebih baik di sedekahkan 

Ada-ada saja kelakuan orang-orang ini saat prosesi pemakaman.

Ada yang menguburkan jasad ayahnya bersama uang Rp 100 juta, sebagai bentuk rasa kasih sayang.

Ada pula yang berwasiat minta dikuburkan bersama hartanya ketika meninggal.

Tujuannya untuk menyuap Tuhan agar terhindar dari siksa neraka.

Kita mungkin sering mendengar nasehat harta tidak dibawa sampai mati.

Namun seorang anak ini melakukan satu hal yang tak biasa saat pemakaman sang ayah tercinta.

Sebagai satu penghormatan untuk sang ayah yang meninggal dunia, ia menguburkan jasad ayahnya bersama dengan uang tunai.

Apa yang dilakukan oleh pria ini menjadi viral di media sosial.

Seperti yang dilansir dari world of buzz, seorang pria memakamkan ayahnya di Kuala Lumpur.

Pria yang tidak disebutkan namanya itu dilaporkan mengisi peti mati ayahnya dengan uang tunai sebesar RM 30.000 atau setara dengan Rp 100 juta lebih.

Dua buah foto pemakaman yang memperlihatan lembaran uang tunai itu menjadi viral di media sosial.

Dalam peti mati transparan di bagian atasnya itu tampak dipenuhi dengan uang tunai pecaran RM50.

Disebutkan jika almarhum meninggal dunia menderita banyak penyakit.

Pemakaman disebutkan digelar di Selangor bagian selatan, Malaysia pada 16 Januari lalu.

Dilaporkan jika cara itu merupakan salah satu perlakuan untuk menghormati orang yang meninggal.

Setelah foto-foto itu beredar di media sosial, banyak netizen yang penasaran hal itu benar atau tidak.

Bahkan ada yang bertanya-tanya, dengan uang tunai sebanyak itu bisa saja makam itu dibongkar dan uangnya dicuri.

Untuk mengetahui hal itu benar atau tidak, China Press dilaporkan langsung melakukan penyelidikan.

Ternyata uang dikuburkan bersama jenazah almarhum benar-benar uang asli.

Lain halnya dengan  seorang pegawai pemerintahan di Kementerian Layanan Umum Uganda.

Charles Obong, 52, dikabarkan membuat surat wasiat agar dikuburkan beserta kekayaan.

Menurut laporan uang itu merupakan hasil korupsi.

Dia ingin menyogok Tuhan setelah berada di alam baka agar dosa di dunia diampuni.

Dilansir Daily Monitor, Obong meninggal pada 17 Desember 2016 setelah menderita sakit cukup lama.

Ia dimakamkan di kampung halaman tempat leluhurnya berasal di Desa Adag-ani, Distrik Lira pada Malam Natal.

Jasad Obong dimasukkan di peti mati logam diperkirakan memiliki biaya Shs20m (sekitar Rp74,5 juta).

Kakak ipar Obong, David Elic, mengatakan adik iparnya telah meninggalkan wasiat bahwa sang istri harus harus memasukkan sejumlah besar uang dalam peti mati.

Obong berencana untuk memberikan uang tersebut pada Tuhan sebagai suap.

Sehingga mau memaafkan dosanya dan menghindarkannya dari api neraka.

Dia juga memenginstruksikan saudara laki-laki dan perempuannya, Justin Ngole serta Hellen Aber memastikan istrinya menjalankan perintah.

Janda Obong menyewa orang untuk membuka kembali makam karena dia bermaksud memasukkan uang lebih banyak lagi.

Wanita itu masih menyimpan uang Shs180 juta (sekitar Rp 670 juta) yang ingin dimasukkan dalam peti mati.

Hal itu membuat para tetua kampung dan pemuka agama terkejut.

Makam Obong akhirnya digali dan uangnya diambil kembali.

Bidang pelayanan publik diguncang skandal penipuan pensiun yang merugikan negara sekitar Shs257 miliar.

Uang itu dicuri oleh pejabat senior pemerintah.

LihatTutupKomentar