Bapak-Bapak Ini Dipukuli Diduga Curi Nasi Untuk Makan


Bapak-Bapak Ini Dipukuli Diduga Curi Nasi Untuk Makan :'(

Kembali publik dibuat heboh oleh sebuah video yang memperlihatkan sosok pria dengan wajah memar dan ketakutan karena diduga sedang diancam oleh seseorang yang berada tepat di sampingnya. 

Video yag viral itu, kemudian di bagikan oleh akun Facebook Gunawan Pendhoza ke dalam grup Info Kriminal dan Lalu Lintas Indonesia, Rabu (4/11/2020).

Dari video yang beredar itu, terlihat seorang pria yang seluruh tubuhnya memar. Publik menduga, pria tersebut baru saja dipukuli oleh orang-orang di sekitarnya. Dalam video itujuga terlihat pria berkaus hijau berlagak hendak memukulnya.

Dalam video berdurasi 18 detik itu,pria berbaju hijau itu terlihat hanya mengancam dengan menempelkan kepalan tangan ke pelipis mata. Aksi yang dilakukan pria berbaju hijau itu membuat pria berwajah lebam itu terlihat ketakutan.

Dalam video tersebut memang tidak terdengar suaranya, namun dari pelafalan mulutnya dapat terbaca bahwa pria itu minta diampuni atas perbuatannya.

“Ampun, saya mohon ampun,” ucap lafal mulutnya.

Dari informasi yang disampaikan Gunaan, pria itu ternyata ketahuan mencuri nasi untuk makan. Tetapi, hingga kini belum dikatahui secara pasti dimana kapan dan apa penyebab atas kejadian itu.

Video yang dibagikan Gunawan dibanjiri berbagai macam komentar. Beberapa warganet mengaku tidak tega melihat pria itu dan mengecam tindaka para pemukul. 

Namun, warganet lainnya masih menunggu kebernarannya lebih lanjut. Mereka tidak yakin jika pria itu akan dipukuli sebegitu hebatnya apabila hanya mencuri sesuap nasi saja.

“Yang dilakuin bapak itu memang salah. Tapi gak segitunya juga anda memperlakukan si bapak. dan kalian juga gak bakalan miskin dengan memberi bapak itu sesuap nasi,” ujar Rian.

“Kalau hanya mencuri nasi buat beliau makan kenapa harus diviralkan dan dipukuli. Kenapa tidak dikasih saja bapak itu makan,” balas Rhie.

“Apapun alasannya, mencuri itu salah. Tapi lebih salah dan bodoh bila menghakimi pencuri nasi,” timpal Pak Eko.

LihatTutupKomentar