Perjuangan Anak Perempuan Tukul Untuk Masuk Polisi Hingga Jadi Lulusan Terbaik


Perjuangan Anak Perempuan Tukul Untuk Masuk Polisi Hingga Jadi Lulusan Terbaik

Ada kisah inspiratif lain yang datang dari calon anggota polisi yang lolos dalam seleksi Bintara Polri Tahun Anggaran 2020.

Tak berbeda jauh dari kisah sebelumnya yang datang dari Anto dan Andika, dua putera suku pedalaman Talang Mamak 

di Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, yang berhasil membuktikan anak pedalaman dan anak petani dapat mewujudkan cita-cita sebagai polisi.

Kali ini, anak perempuan Tukul (52), yakni Paulina Aprilia Br Siallagan juga ingin menunjukkan hal serupa.

Paulina sebelumnya merupakan pemudi asal Tangerang Banten yang lolos seleksi Bintara Tahun Anggaran 2020. Diawal karirnya dia bahkan sudah mencetak prestasi dengan menjadi lulusan terbaik se-Provinsi Banten.

Sama seperti bintara polisi Anto dan Andika, Paulina juga berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya, Tukul, setiap harinya bekerja sebagai tukang tambal ban.

Sedangkan ibunya, Lamtiurma (45) menjadi ibu rumah tangga.

Karena latar belakang keluarganya itulah mungkin, Paulina semakin terdorong untuk menjadi polisi wanita untuk mengangkat derajat keluarganya sekaligus mewujudkan impiannya.

Bahkan saking berambisi, Paulina sampai membuat jadwal rutin untuk melakukan latihan fisik, sebagai bekal sebelum melaju ke penyeleksian Bintara Polri, sebagaimana diungkapkan ayahnya, Tukul.

“Paulina latihan fisik sendiri, sampai hari pas tes, dia (Paulina) bangun pagi-pagi untuk melakukan pemanasan. Semangat latihannya luar biasa,” ucapnya.

Sebagai seorang ayah, Tukul pun merasa begitu terharu dan senang atas kelulusan putrinya. Dia tak bisa menahan air matanya saat putrinya dinyatakan lolos seleksi Bintara Polri Tahun Anggaran 2020.

“Kalau mendengar cerita dari beberapa orang, untuk masuk Polisi, tak hanya pintar dan fisiknya mendukung, 

tapi juga harus memiliki banyak uang hingga ratusan juta rupiah, 

tapi Puji Tuhan anak saya tidak ada biaya apa-apa. 

Kalau kami disuruh membayar, dari mana kami dapat uang, kami hanya penambal ban,” kata Tukul, demikian melansir today.line.me.

LihatTutupKomentar